News Aceh Story

“Funky dan Penuh Canda Tawa Keakraban”

“Banjiiir…,” teriak beberapa jurnalis peliput penarikan nomor undian calon gubernur Aceh, begitu pasangan Humam-Hasbi yang terkenal dengan julukan H2O (rumus kimia untuk air) mendapatkan nomor urut empat. Adapula Azwar, tidak sampai setengah menit berada di arena langsung tancap gas. Atau Irwandi yang diteriaki Funky! Bagaimana sesungguhnya perjalanan penarikan nomor undian calon orang nomor satu di Aceh itu?

Penarikan nomor undian calon melalui rapat pleno terbuka yang digelar KIP Aceh itu, sesungguhnya berlangsung di sebuah hotel mewah, setara hotel bintang empat. Beberapa jurnalis dan tim sukses nampak menggigil kerena hawa dingin yang berasal dari AC (air condisioner) di ruangan berlapiskan karpet mewah empuk itu.

Walau dilangsungkan disebuah hotel mewah. Namun, pleno penarikan nomor urut calon gubernur itu jauh dari kesan formal dan berlangsung cukup rileks. Siapa saja yang hadir waktu itu seakan melihat wajah Aceh baru ditangan para calon yang semuanya terlihat sumringah. “Seandainya semua mereka menjadi pemimpin Aceh secara sekaligus,” celoteh seorang jurnalis.

Semua saling memberi semangat dan aplus. Sesekali terdengar saling ‘ledek’ diantara mereka dan membuat para jurnalis ikut nimbrung. ‘Ledekan’ yang menimbulkan tawa hari itu, mampu membuat semua yang berhadir penuh percaya diri dan ‘duduk’ pada posisi setara. Termasuk jurnalis, staf KIP Aceh, serta rakyat Aceh lainnya yang berhadir.

Tengoklah ketika seorang staf media center KIP Aceh yang bertindak selaku MC (master of ceremoni), salah mengurutkan tertib acara pada saat permulaan acara, “Untuk memberkati acara ini, marilah kita ikuti pembacaan doa,” ucapnya.

MC yang memang sudah kenal dekat dengan para jurnalis itu langsung saja ‘diteriaki’, “Pembacaan ayat suci Alquran, huuu…,” namun, yang diteriaki malah tersenyum. Hal itu membuat para jurnalis dan calon gubernur juga ikut mengumbar senyumannya.

Jadinya, kesalahan yang terjadi tanpa sengaja itu, malah membuat suasana menjadi rileks dan membuat satu sama lainnya seperti tanpa ‘tembok’ pembatas.

Acara berikutnya diserahkan kepada Ketua KIP Aceh, M Jafar, beberapa saat setelah ia memerikan arahannya, kembali suara deringan gelas jatuh terdengar, suasana kembali dibuat geer, namun seperti sebelumnya, deringan itu kemali disahuti, “huuu…,” hadirin dan tawa beramai-ramai.

Pada sesi itu, Jafar pun sempat menyentil, bahwa nomor urut kadangkala sering ditafsirkan sebagai pembawa keberuntungan, atau ditafsirkan untuk kepentingan masing-masing calon.

Sampai disini, ada pula yang berbisik, “jangan-jangan Azwar tak mau hadir karena ingin menghindari ‘kutukan’ nomor urut.” Namun, informasi yang didapat, Azwar harus berangkat ke Sigli untuk suatu keperluan yang tidak dapat dielakkan.

Setelah Jafar, acara selanjutnya dipandu Ketua Pokja Pencalonan, Zainal Abidin. Olehnya, proses penarikan nomor undian dilakukan dalam dua tahap. Pertama adalah undian yang dilakukan untuk menentukan nomor urut penarikan, baru selanjutnya penarikan nomor urut calon yang sesungguhnya.

Tampil untuk melakukan penarikan nomor urut pertama, pasangan Iskandar Hoesin-M Saleh Manaf, seakan tidak mau jatuh kenomor dibelakangnya, ia pun berhasil mendapatkan nomor satu. Selanjutnya tampil Irwandi Yusuf-M Nazar (6); Djali Yusuf-RA Syauqas Rahmatillah (5); Ghazali Abbas Adan-Salahuddin Alfata (8); Malik Raden-Sayed Fuad Zakaria (3); perwakilan Azawar Abubakar-M Nasir Djamil (7); Tamlicha Ali-Harmen Nuriqmar (2); Humam Hamid-Hasbi Abdullah (4).

Detik-detik terakhir penarikan nomor urut calon, antara Tamlicha dan Humam, sempat membuat tegang para pengunjung. Pasalnya, tak kala giliran Tamlicha melakkan penarikan nomor urut, angka yang tersisa adalah nomor dua dan empat. Banyak hadirin termasuk kalangan jurnalis waku itu yang berteriak, “empat…empat,” maksudnya adalah agar Tamlicha kebagian nomor empat dan menyisakan nomor dua untuk Humam.

Namun, sesat ketika Tamlicha membuka amplop nomor urutnya, terpampang nomor dua. Spontan saja, para jurnalis dan juga hadirin berteriak, “banjiiir… banjiiir…,” yang disambut senyuman pasangan Humam-Hasbi.

Maksud jurnalis meneriaki banjir adalah H2O (nama kimia untuk air), seharusnya klop bila mendapatkan nomor urut dua. Tapi, karena mendapatkan nomor urut empat, hadirin memplesetkannya menjadi H4O, sehingga akan ‘kebanjiran’.

Calon lainnya yang mendapatkan perhatian adalah Irwandi, karena tampil dengan stelan baju kemeja biasa tanpa dumasukkan ke dalam serta tampil cukup PD )(percaya diri). Ini tentu agak sedikit kontras bila dibandingkan dengan calon-calon lainnya yang memakai stelan jas dan berdasi.

Tak mengherankan, ketika tampil kedepan, Irwandi sempat ‘diteriaki’, “funky!”. begitulah suasana penarikan nomor urut calon yag berlangsung sangat rileks, dengan tanpa menghilangkan maknanya.

Diakhir acara, adalah mantan Pangdam Iskandar Muda, M Djali Yusuf dan mantan Representatif GAM di AMM, Irwandi Yusuf yang sama-sama menjadi calon gubernur sempat pula melakukan tos tanda perdamaian dan persahabatan. (*)