News Aceh Story

Bahagianya Isteri yang Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Dirawayatkan
dari Abi Hurairah RA.
Pada suatu hari Nabi Muhammad mendatangi Siti
Fatimah RA yang sedang menumbuk gandum dalam keadaan menangis. 
Lalu
Nabi bertanya, “Apa yang membuat kamu menangis wahai Fatimah?” 
Fatimah
menjawab, “Aku menangis karena batu penumbuk gandum dan kesibukan rumah
tangga,” Nabi Muhammad SAW lalu duduk disampingnya dan Fatimah kembali berkata, “Wahai Bapakku, karena kelebihanmu, suruhlah Ali (suami Fatimah) membeli budak untuk
membantuku menumbuk gandum dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.”
Mendengar perkataan Fatimah, Nabi Muhammad SAW berdiri dan mendatangi
batu penumbuk gandum dan
 mengambil
beberapa biji gandum, lalu meletakkannya di sana dan berkata, “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Penyayang dengan izin Allah bergeraklah kamu wahai batu penumbuk gandum.” 
Lalu dia (batu penumbuk gandum) bergerak dengan sendirinya sambil bertasbih kepada Allah
dengan bahasa yang berbeda. Setelah selesai menumbuk, Nabi Muhammad SAW
memerintahkannya untuk berhenti.
Lalu, dengan izin Allah SWT, batu penumbuk gandum
berbicara dengan Bahasa Arab yang fasih, “Ya Rasulallah, Demi Zat yang
telah mengutusmu menjadi nabi dan rasul, jika engkau memerintahkan aku
untuk menumbuk seluruh gandum mulai dari Timur sampai kebarat aku akan
mengerjakannya.

Aku
mendengarkan salah satu Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman,
jagalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan. [At-Tahrim: 6].

“Maka
sebab itu aku takut termasuk batu yang dimasukkan ke dalam neraka.”
Maka
berkata Nabi Muhammad SAW, “Gembiralah kamu, karena kamu akan dijadikan sebagai istana Fatimah di dalam surga.”

Lalu Nabi
Muhammad SAW berkata kepada Fatimah RA, “Jika Allah menghendaki, batu
penumbuk ini akan bekerja dengan sendirinya. Tapi Allah ingin menulis
kebaikan-kebaikan dan menghapus seluruh keburukanmu karena pekerjaaanmu
ini.”

“Wahai
Fatimah, siapa saja diantara perempuan yang menumbuk gandum untuk
makan suami dan anaknya, setiap satu biji gandum Allah akan menulis satu
kebaikan dan dari setiap satu biji gandum Allah akan menghapus satu
keburukan, dan akan diangkat derajatnya.”

“Wahai
Fatimah, siapa saja diantara perempuan yang menetes keringatnya ketika
menumbuk gandum untuk makanan suaminya, maka Allah akan menjadikan tujuh
penghalang antara dia dan neraka.”

Wallahu A’lam.

Refrensi : Kitab Syarah ‘Uqudulujain., hal 12.