News Aceh Story

Pesona Sungai Alas Gunung Leuser Aceh

[KUTACANE |

Sungai Alas mengalir langsung ke Samudera Hindia, memiliki arus yang
luar biasa menarik perhatian penggemar arung jeram dari seluruh
dunia. Salah satu keunggulan Sungai Alas adalah dikelilingi hutan yang
masih asri di Taman Nasional Gunung Leuser.

Terletak di 165 km tenggara Takengon,
Sungai Alas mengalir membelah Taman Nasional Gunung Leuser. Daerah ini
sangat populer di kalangan muda dan petualang. Memiliki tikungan tajam
dan arus yang menantang bagi para pengadu nyali.

Selama pengarungan dari atas perahu, Anda akan melewati hutan tropis murni dengan beragam satwa liar.

Kegiatan
Mulailah
pengarungan dari Muarasitulan di Kota Kutacane hingga Kota Gelombang
yang berdekatan dengan Samudera Hindia Rute ini terbilang tepat untuk
Anda yang masih pemula. Sementara itu, husus untuk profesional, Anda
dapat menaklukkan arus Sungai Alas bisa mengambil rute lebih jauh, mulai
dari Angusan dekat Blangkejeran. Selama pengarungan, Anda tidak hanya
disambut oleh arus liar tetapi juga pemandangan indah yang tersaji
sepanjang sungai. Apabila  beruntung, Anda dapat melihat kera, burung,
dan hewan lain di tepi sungai, bahkan bisa saja bertemu gajah atau
rusa.Anda juga dapat memulai arung jeram pukul 09.00-15.30. Selama
kegiatan, Anda tidak hanya akan mengarungi sungai saja tetapi juga
kunjungan ke Taman Nasional Gunung Leuser.

Arung jeram dan kayak dapat dilakukan di
sungai Alas mulai dari desa Angasan sampai ke kota Gelombang yang
berada di bawah, dekat dengan laut India. Di daerah atas arus sungai
Alas menuntut Anda agar lebih hati-hati dan cekatan. Perahu ini melewati
hutan yang masih alami dan Anda bisa melihat banyak satwa liar,
khususnya monyet dan berbagai burung yang berwarna indah.
Dari Kutacane ke Gelombang arus air
tidak terlalu kuat dan Anda bisa melakukan safari hutan. Namun demikian
pemandangan indah juga dapat dinikmati di sini. Dalam perjalanan yang
tidak lebih dari satu hari, Anda bisa tidur di tenda-tenda di tepi
sungai, sambil membakar ikan dan bermain gitar di malam hari.

Transportasi
Untuk menuju Sungai Alas maka bisa ditempuh melalui dua jalur. Pertama,
jalur darat dari Medan, Sumatera Utara, melalui Berastagi dengan jarak
tempuh 7 jam tetapi jalur ini terbilang kurang baik kondisi jalannya
namun tetap layak untuk kendaraan SUV. Kedua, jalur darat melalui Banda Aceh, Beureun, Takengon, dengan waktu tempuh 14 jam.

Pilihan paling sederhana ke Sungai Alas
menggunakan pesawat berbadan kecil melalui Bandara Alas Leuser kemudian
lanjutkan perjalanan darat yang lebih dekat rutenya.
Penginapan di Hutan tadah hujan Kedah menyediakan akomodasi, makan, dan paket perjalanan, termasuk petualangan arung jeram.

Kuliner
Penginapan
di pinggir hutan menyediakan pelayanan makanan terutama di sekitaran
Ketambe. Lebih ideal Anda membeli perbekalan makanan dari Kutacane.

Akomodasi
Akomodasi
terdiri dari pondok-pondok kayu berbentuk panggung, yang bisa menampung
dua orang, kelambu untuk dua orang. Setiap pondok dengan satu kamar
yang luas dan balkon. Kisaran harganya antara lain:

– Akomodasi: Rp70.000/orang/malam
– Makan malam: Rp30.000/orang
– Sarapan: Rp15.000/orang
Ada air bersih untuk mandi di dekat
sungai hutan, kamar mandi bersama dan toilet. Listrik tidak tersedia
karena hutan hujan Kedah mendukung Eco-wisata, karena itu mereka tidak
menjalankan generator.
Namun jika Anda juga tertarik untuk menjelajahi Bukit Lawang,
Anda dapat menemukan akomodasi lain yang dikelola oleh warga setempat.
Beberapa di antaranya adalah  pengunjung asing yang memutuskan untuk
tinggal.
Berikut nama-nama penginapan yang bisa Anda kunjungi :
1. Hotel Brundihe
Alamat : Jl. Cut Nyak Dhien No. 10
Telp : (0629) 21444
2. Hotel Jambu Alas
Alamat : Jl. Kuta Cane, Blang Kejeren Km.2
Telp : (0629) 21430
3. Hotel Lawes Mamas
Alamat: Jl. Jend. Ahmad Yani No.9 Kutacane
Telp : (0629) 522798
4. Wisma Maroon
Alamat : Jl. Jend. Ahmad Yani No. 15 – 17 Kutacane
Telp : (0629) 21078.*]